TARI TOPENG
TIDAK LAGI DIPUJA
Indonesia adalalah sebuah negara
yang memiliki 17.508 pulau dengan 1.128 suku bangsa. Indonesia bukan hanya
negara yang kaya akan penduduk dan sumber daya alam tetapi Indonesia sangat
kaya akan budaya yang diwarisi dari para leluhur.negara yang kaya akan sumberdaya
alam, budaya, etnis, wisata, suku dll, Dari sabang sampai merauke, Dari
Aceh sampai Papua indonesia terbentang dengan beribu-ribu pulau dengan beraneka
ragam suku, agama,adat, budaya, bahasa, tetapi kita semua adalah satu yaitu
INDONESIA. " Bhineka Tunggal Ika" Berbeda-beda tapi tetap satu jua.
itulah semboyan bangsa indonesia untuk mempersatukan, memper-erat persaudaraan
antar suku, budaya dan agama.
Salah satu kebudayaan yaitu seni
tari setiap daerah mempunyai ciri khas yang berbeda dengan daerah lainnya.
Salah satunya adalah tari topeng Cirebonan. Sebagai salah satu tarian yang
termahsyur di Jawa Barat, kesenian Tari Topeng Cirebon rasanya tak bisa
dilepaskan dari karakter kuat yang melekat pada kesenian ini. Tari Topeng
Cirebon merupakan sebuah gambaran budaya yang luhur, filsafat kehidupan yang
menggambarkan sisi lain dari diri setiap manusia. Metamorfosis manusia dari
waktu ke waktu untuk menemukan jati dirinya yang sebenarnya.
A. Tari Topeng
Tari topeng adalah salah satu
tarian tradisional yang ada di Cirebon. Tari ini dinamakan tari topeng karena
ketika beraksi sang penari memakai topeng. Konon jauh sebelum Tari Topeng
masuk Cirebon, telah tumbuh dan berkembang sejak abad ke 10-16 masehi di Jawa
Timur. Pada masa pemerintahan Raja Jenggala, yakni Prabu Amiluhur atau Prabu
Panji Dewa. Melalui seniman
jalanan (pengamen) seni Tari Topeng akhirnya masuk ke Cirebon dan
kemudian mengalami perpaduan dengan kesenian setempat Beberapa orang beranggapan bahwa Tari Topeng Cirebon adalah
suatu seni tradisional yang dilakukan secara turun-temurun. Namun, didalamnya
ada sedikit unsur mistik, tetapi hal ini tidak akan berdampak terhadap hidup
kita, melainkan hanya sekedar pertunjukan seni semata.
B. Jenis
Tari Topeng Cirebon
Semua jenis topeng ini akan
dikenakan pada saat pementasan tari topeng Cirebonan yang diiringi dengan
gamelan. Tepeng Cirebon yang paling pokok ada lima yang disebut juga Topeng
Panca Wanda :
1. PANJI “wajahnya
yang putih bersih melambangkan kesucian bayi yang baru lahir. Tari topeng ini
berkarakter halus. Ditampilkan pada kesempatan pertama.. Gerak tarinya
senantiasa kecil dan lembut, minimalis dan lebih banyak diam. Tari ini diiringi
oleh beberapa lagu yang terangkai menjadi satu struktur musik yang panjang dan
sulit. Lagu pokoknya disebut Kembang Sungsang yang dilanjutkan dengan lagu
lontang gede, oet-oetan, dan pamindo deder.
2. Samba
(Pamindo), topeng anak-anak yang berwajah ceria, lucu, dan lincah. Karakter tari topeng
tersebut adalah genit atau ganjen (bhs. Jw. Cirebon), sama dengan karakter
tokoh Samba dalam cerita wayang Purwa. Oleh sebab itu, tari ini juga sering
disebut dengan topeng Samba. Gerakannya gesit dan menggambarkan seseorang yang
tengah beranjak dewasa, periang, dan penuh suka cita. Itulah sebabnya, mengapa
gerakan tari topeng ini seperti kesusu (terburu-buru), mirip dengan perilaku
dan kehidupan seorang anak muda.
3. Rumyang,
wajahnya menggambarkan seorang remaja. Topeng Rumyang menggambarkan seseorang
yang penuh kehati-hatian, dan terkesan seperti ragu-ragu. Ia bak seorang
manusia yang perilaku dan tindak-tanduknya penuh pertimbangan. Ini gambaran
seorang manusia yang sudah mulai mengenal kehidupan. Lagu pengingnya sesuai
dengan nama tarinya, rumyang atau kembang kapas.
4. Patih
(Tumenggung), topeng ini menggambarkan orang dewasa yang berwajah tegas,
berkepribadian, serta bertanggung jawab. Tari Topeng Patih yang merupakan
tarian pembuka pertunjukan dramatari wayang Topeng Malang memiliki hubungan
erat dengan struktur pertunjukan berkaitan dengan ruang, waktu dan isi.
5. Kelana
(Rahwana), topeng yang menggambarkan seseorang yang sedang marah. Tari topeng
Klana adalah gambaran seseorang yang bertabiat buruk, serakah, penuh amarah dan
tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, namun tarinya justru paling banyak
disenangi oleh penonton. Sebagian dari gerak tarinya menggambarkan seseorang
yang tengah marah, mabuk, gandrung, tertawa terbahak-bahak, dan sebagainya.
Lagu pengiringnya adalah Gonjing yang dilanjutkan dengan Sarung Ilang. Struktur
tarinya seperti halnya topeng lainnya, terdiri atas bagian baksarai (tari yang
belum memakai kedok) dan bagian ngedok (tari yang memakai kedok).
Sebagai hasil kebudayaan, Tari
Topeng mempunyai nilai hiburan yang mengandung pesan–pesan terselubung, karena
unsur – unsur yang terkandung didalamnya mempunyai arti simbolik yang bila
diterjemahkan sangat menyentuh berbagai aspek kehidupan, sehingga juga mempunyai nilai pendidikan. Tari Topeng yang pada
asalanya sering dipentaskan di lingkungan keraton dan kemudian mulai menyebar
ke dalam lapisan masyarakat biasa (non keraton) kini keberadaannya
mulai sulit untuk dilihat. Tari Topeng kini hanya ditampilkan di beberapa
kesempatan saja, di Cirebon sendiri beberapa kali saya melihat acara
pernikahan yang menampilkan Tari Topeng sebagai pembuka seremonialnya, sisanya
sulit rasanya melihat penampilan Tari Topeng. Semoga kesenian ini tetap ada
karena banyak hal yang bisa kita dapatkan dan pelajari dari tarian ini. kata
Sujana Arja, salah seorang maestrotari topeng Cirebon dalam percakapan dengan
Kompas belum lama ini. Hal itulah yang tetap dicoba oleh tarian topeng
Cirebonan sebagai bentuk khas kesenian asli Cirebon. Hingga saat ini, kesenian
itu jatuh bangun mempertahankan keasliannya. Ironisnya, beberapa aliran atau
gaya turunan tari topeng Cirebon hampir punah, bahkan beberapa di antaranya
sudah punah. Sebagian seniman dari aliran tari topeng Cirebon ada yang mencoba
mempertahankannya. Sering kali mereka dianggap kuno. Bahkan, beberapa maestro
yang masih eksis, hidupnya pun jauh dari layaknya seorang maestro seni.
Niken Dwi Nurjanah
1506761734




