Hatsune Miku

Rabu, 11 November 2015

TARI TOPENG TIDAK LAGI DIPUJA

Indonesia adalalah sebuah negara yang memiliki 17.508 pulau dengan 1.128 suku bangsa. Indonesia bukan hanya negara yang kaya akan penduduk dan sumber daya alam tetapi Indonesia sangat kaya akan budaya yang diwarisi dari para leluhur.negara yang kaya akan sumberdaya alam, budaya, etnis, wisata, suku dll,  Dari sabang sampai merauke, Dari Aceh sampai Papua indonesia terbentang dengan beribu-ribu pulau dengan beraneka ragam suku, agama,adat, budaya, bahasa, tetapi kita semua adalah satu yaitu INDONESIA. " Bhineka Tunggal Ika" Berbeda-beda tapi tetap satu jua. itulah semboyan bangsa indonesia untuk mempersatukan, memper-erat persaudaraan antar suku, budaya dan agama.
Salah satu kebudayaan yaitu seni tari setiap daerah mempunyai ciri khas yang berbeda dengan daerah lainnya. Salah satunya adalah tari topeng Cirebonan. Sebagai salah satu tarian yang termahsyur di Jawa Barat, kesenian Tari Topeng Cirebon rasanya tak bisa dilepaskan dari karakter kuat yang melekat pada kesenian ini. Tari Topeng Cirebon merupakan sebuah gambaran budaya yang luhur, filsafat kehidupan yang menggambarkan sisi lain dari diri setiap manusia. Metamorfosis manusia dari waktu ke waktu untuk menemukan jati dirinya yang sebenarnya.
A.      Tari Topeng
Tari topeng adalah salah satu tarian tradisional yang ada di Cirebon. Tari ini dinamakan tari topeng karena ketika beraksi sang penari memakai topeng. Konon jauh sebelum Tari Topeng masuk Cirebon, telah tumbuh dan berkembang sejak abad ke 10-16 masehi di Jawa Timur. Pada masa pemerintahan Raja Jenggala, yakni Prabu Amiluhur atau Prabu Panji Dewa. Melalui seniman jalanan (pengamen) seni Tari Topeng akhirnya masuk ke Cirebon dan kemudian mengalami perpaduan dengan kesenian setempat Beberapa orang beranggapan bahwa Tari Topeng Cirebon adalah suatu seni tradisional yang dilakukan secara turun-temurun. Namun, didalamnya ada sedikit unsur mistik, tetapi hal ini tidak akan berdampak terhadap hidup kita, melainkan hanya sekedar pertunjukan seni semata.
B.      Jenis Tari Topeng Cirebon
Semua jenis topeng ini akan dikenakan pada saat pementasan tari topeng Cirebonan yang diiringi dengan gamelan. Tepeng Cirebon yang paling pokok ada lima yang disebut juga Topeng Panca Wanda :
1.       PANJI “wajahnya yang putih bersih melambangkan kesucian bayi yang baru lahir. Tari topeng ini berkarakter halus. Ditampilkan pada kesempatan pertama.. Gerak tarinya senantiasa kecil dan lembut, minimalis dan lebih banyak diam. Tari ini diiringi oleh beberapa lagu yang terangkai menjadi satu struktur musik yang panjang dan sulit. Lagu pokoknya disebut Kembang Sungsang yang dilanjutkan dengan lagu lontang gede, oet-oetan, dan pamindo deder.
2.        Samba (Pamindo), topeng anak-anak yang berwajah ceria, lucu, dan lincah. Karakter tari topeng tersebut adalah genit atau ganjen (bhs. Jw. Cirebon), sama dengan karakter tokoh Samba dalam cerita wayang Purwa. Oleh sebab itu, tari ini juga sering disebut dengan topeng Samba. Gerakannya gesit dan menggambarkan seseorang yang tengah beranjak dewasa, periang, dan penuh suka cita. Itulah sebabnya, mengapa gerakan tari topeng ini seperti kesusu (terburu-buru), mirip dengan perilaku dan kehidupan seorang anak muda.
3.       Rumyang, wajahnya menggambarkan seorang remaja. Topeng Rumyang menggambarkan seseorang yang penuh kehati-hatian, dan terkesan seperti ragu-ragu. Ia bak seorang manusia yang perilaku dan tindak-tanduknya penuh pertimbangan. Ini gambaran seorang manusia yang sudah mulai mengenal kehidupan. Lagu pengingnya sesuai dengan nama tarinya, rumyang atau kembang kapas.
4.       Patih (Tumenggung), topeng ini menggambarkan orang dewasa yang berwajah tegas, berkepribadian, serta bertanggung jawab. Tari Topeng Patih yang merupakan tarian pembuka pertunjukan dramatari wayang Topeng Malang memiliki hubungan erat dengan struktur pertunjukan berkaitan dengan ruang, waktu dan isi.
5.       Kelana (Rahwana), topeng yang menggambarkan seseorang yang sedang marah. Tari topeng Klana adalah gambaran seseorang yang bertabiat buruk, serakah, penuh amarah dan tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, namun tarinya justru paling banyak disenangi oleh penonton. Sebagian dari gerak tarinya menggambarkan seseorang yang tengah marah, mabuk, gandrung, tertawa terbahak-bahak, dan sebagainya. Lagu pengiringnya adalah Gonjing yang dilanjutkan dengan Sarung Ilang. Struktur tarinya seperti halnya topeng lainnya, terdiri atas bagian baksarai (tari yang belum memakai kedok) dan bagian ngedok (tari yang memakai kedok).



Sebagai hasil kebudayaan, Tari Topeng mempunyai nilai hiburan yang mengandung pesan–pesan terselubung, karena unsur – unsur yang terkandung didalamnya mempunyai arti simbolik yang bila diterjemahkan sangat menyentuh berbagai aspek kehidupan, sehingga juga mempunyai nilai pendidikan. Tari Topeng yang pada asalanya sering dipentaskan di lingkungan keraton dan kemudian mulai menyebar ke dalam lapisan masyarakat biasa (non keraton) kini   keberadaannya mulai sulit untuk dilihat. Tari Topeng kini hanya ditampilkan di beberapa kesempatan saja, di Cirebon sendiri beberapa kali saya melihat acara pernikahan yang menampilkan Tari Topeng sebagai pembuka seremonialnya, sisanya sulit rasanya melihat penampilan Tari Topeng. Semoga kesenian ini tetap ada karena banyak hal yang bisa kita dapatkan dan pelajari dari tarian ini. kata Sujana Arja, salah seorang maestrotari topeng Cirebon dalam percakapan dengan Kompas belum lama ini. Hal itulah yang tetap dicoba oleh tarian topeng Cirebonan sebagai bentuk khas kesenian asli Cirebon. Hingga saat ini, kesenian itu jatuh bangun mempertahankan keasliannya. Ironisnya, beberapa aliran atau gaya turunan tari topeng Cirebon hampir punah, bahkan beberapa di antaranya sudah punah. Sebagian seniman dari aliran tari topeng Cirebon ada yang mencoba mempertahankannya. Sering kali mereka dianggap kuno. Bahkan, beberapa maestro yang masih eksis, hidupnya pun jauh dari layaknya seorang maestro seni.

Niken Dwi Nurjanah

1506761734

Kamis, 15 Oktober 2015

CIREBON

Cirebon is often called shrimp city, is one of a small town in West Java. Why Cirebon can be regarded as shrimp? Cirebon literally comes from the words Ci and Rebon. Ci itself in Sundanese means river, while Rebon means small prawns which arecommonly obtained in the river. It is said that the former is very easy to getshrimp / rebon in rivers in this city and since the former fisheries commodities such as shrimp widely cultivated. From the size of the shrimp were small (rebon/ shrimp smooth) to large shrimp (prawns, tiger shrimp), which is a commoditythat is usually exported abroad often found in this city. Because it can beregarded as the city of Cirebon shrimp.
Cirebon can be said to be located at a strategic location because it is halfway between West Java and Central Java, so that the Cirebon can be used as a temporary destination for the travelers. For the travelers who pass through the path as it crossesthe northern coast of Cirebon ByPass path will find a cave one of the relics ofthe past history. The cave is named cave Sunyaragi, which is similar to the building of the temple. Besides Cave Sunyaragi called by the name, the legacyis often called the Water Park or Taman Sari Sunyaragi Sunyaragi. The name"Sunyaragi" it self comes from the word "sunya" which means deserted, and the word "yeast" which means the body, both Sangsekerta language. Sunyaragi cave is located in the Village Sunyaragi, Kesambi, Cirebon,or rather on the side of the road by pass Brigjen Dharsono. The main objective is the construction of Sunyaragi cave as a place to rest and meditation of the Sultan of Cirebon and family. Cirebon also has a museum that is on Kasepuhan Cirebon called museum artifacts. In the museum there are relics of the pastsuch as gamelan, tambourines, white crocodile skull, vest war etc.
 
If you have not tried the food typical of the area. Many typical food from Cirebon and very well-known as Nasi Jamblang, Empal gentong, tahu gejrot, docang, Mie koclok dan Nasi Lengko. Currently one of the best restaurants that are popular with visitors is"Nasi Jamblang Mang Dul".
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRwd9qME2znuWlatVC-bpaKjZZTU2gfItxrhQTnk_xqoUaQOrGgdvWBpq8WcTn3oeFF6Bl2ZF-NtzegWb0e4Z3Ddy0J8yPE2Qi2LmhwADZ81HdL-kbj0C9SdwQ4EebiOcGepXNTbxt_bg/s1600/DSC_0091.JPG
Cirebon can see the beauty of the city at night illuminated lights. Wecan enjoy the beauty of this is also with us enjoy dinner at the restaurant asto buy souvenirs. We can buy it at "Batik Trusmi". Detailed there are Kelapa manis restaurant. For visitors while in Cirebon never miss this case is going souvenirs ranging from batik cloth, until ready-made garments. There are also souvenirs typical food Cirebon that we can buy.
http://www.klapamanis.com/images/slide_km%20(6).jpg
http://simplymels.net/wp-content/uploads/2013/10/kampung-batik-trusmi.jpg